| Sumber Foto : Gemercik Media |
Tasikmalaya (29/01), Para mahasiswa yang sebelumnya telah terpilih menjadi anggota Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dan Badan Legislatif Mahasiswa (BLM) akhirnya telah resmi dilantik. Berlangsung di Ruang Rapat 1 Gedung Rektorat Lt.2, acara pelantikan yang dibuka pada pada pukul 09.19 WIB tersebut mengukuhkan 32 orang mahasiswa sebagai Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dengan Hilma Fanniar Rohman selaku Presiden Mahasiswa atau Ketua Umum serta 20 orang mahasiswa sebagai Badan Legislatif Mahasiswa (BLM) yang diketuai oleh Fathi Muhammad Rahmadi. Para pengurus kemudian berikrar/bersumpah di bawah kitab suci al-Quran bahwasannya akan senantiasa menjunjung sikap terpuji dan tata tertib yang berlaku dalam mengemban tugas/tanggungjawab selaku BEM-BLM demi kemajuan Universitas Siliwangi.
Dalam
sambutannya, Fanniar (panggilan sehari-hari Presiden Mahasiswa) menyebutkan
bahwa nama kabinet kerja periode ini adalah “At-Tajdid” yang berarti
“Pembaruan” atau “Gerakan Pembaruan”. Tentu saja menggambarkan cita-cita mahasiswa
untuk memperbarui segala aspek dan aturan yang dianggap masih belum layak di
Kampus ini
“Maksud kami jelas, kita ingin memperbarui
kesejahteraan mahasiswa di Kampus ini.” Tegasnya.
Beliau
menyampaikan bahwa rasa keadilan akan menjadi konsen dalam kinerja BEM-BLM
periode 2018 ini, terutama mengenai permasalahan fasilitas. Saat ini masih
banyak Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) yang belum memiliki kesekretariatan, ada
juga pembincangan mengenai ukuran kesekretariatan yang berbeda-beda. Namun
masalah transparansi anggaran yang belum jelas menjadi kalimat yang Beliau
singgung dengan sangat keras. Kemudian Beliau juga menuturkan harapannya yang
dikhususkan kepada pihak kampus agar setiap permasalahan yang ada dapat
diselesaikan dengan dialog supaya dapat tercipta kondusifitas di Kampus
tercinta ini.
“Untuk seluruh mahasiswa, mari bersama kami
perjuangkan keadilan fasilitas kita, itu hak kita.” Pungkasnya.
Ketua
BLM sendiri, Fathi M. Rahmadi dalam sambutannya memberi saran kepada Presiden
Mahasiswa agar dapat berdialog dengan rekan-rekan yang kemarin belum sempat
ikut mendukung sehingga dalam menjalankan amanah sebagai Presiden Mahasiswa nantinya
bisa didukung penuh oleh semua elemen mahasiswa ataupun ormawa yang ada di lingkungan
Universitas Siliwangi serta para tenaga pendidik.
Berbeda dengan Fanniar yang menegaskan keadilan,
Fathi lebih menegaskan persatuan. Bahwasanya semua elemen di Kampus sejatinya
merupakan sama dan sudah sepantasnya menjadi penentu sejarah akan dibawa kemana
Negara ini. Begitu pun halnya dengan Universitas ini, bukan hanya milik satu Fakultas
saja. Sehingga menjaga dan mendukung persatuan di dalam Universitas adalah
tugas yang harus dipastikan oleh para mahasiswa yang bermartabat.
Sedangkan
Rektor Universitas Siliwangi, Prof. Dr. H. Rudi Priyadi, Ir., M.S. menyampaikan
harapan besarnya agar Universitas Siliwangi ke depannya dapat ikut serta dalam
kegiatan PIMNAS (Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional). Beliau pun memberi wejangan
bagi para pemimpin agar bertanggung jawab atas amanah yang diemban.
“oleh karena itu, jagalah kepercayaan yang
dititipkan kepada saudara dan hari ini kita bersinergi, selanjunya mari kita
berdialog.” Beliau menutup. (Lailatul Badriah)
No comments:
Post a Comment