Tasikmalaya(21/1) Kelompok KKN 79 Universitas Siliwangi,
Desa Jahiang Kecamatan Salawu Kabupaten Tasikmaya, melaksanakan kegiatan
Penyuluhan pendidikan terhadap pendidik Paud, TK/RA, dan Madrasah se-desa
jahiang, yang bertema “Meningkatkan Kompeensi pendidik dalam menerapkan
pembelajaran yang akif, inovatif, kreatif, efisien dan menyenangkan” yang
bertempat di MI Miftaul Khoer, Cinengtet.
Kegiatan ini dilakukan karena berangkat dari masalah yang
ada di Jahiang, yang mana masih bayak sekali pendidik Paud, RA/TK, dan Madrasah
yang kurang menguasasi kemampuan dalam mendidik peserta didik mereka, karena
kebanyakan dari mereka hanya lulusan dari smp dan sma, bahkan sd, jarang sekali
yang s1 ataupun sarjana.
Penyuluhan ini dihadiri oleh hampir semua instansi atau
madrasah yang ada di desa jahiag, antusias para peserta terlhat dari semangat
mereka mengikuti jalannya penyuluhan, meskipun dengan kegiatan yang sederhana, tapi
semua itu tidak menghalangi rasa kengingintahuan mereka terhadap nilai dan
esensi dari acara ini.
Ketua kelompok KKN 79, Rijal Awal mengungkapkan bahwa
“Meskipun ketika akan diilaksanakannya kegiatan penyulhan ini terhalang oleh
kondisi cuaca yang hujan, namun semangat dari para guru untuk mengikuti acara
ini menjadi motor penggerak bahwa segala sesuatu bisa dilakukan apapun itu yang
terjadi, dan inipun menjadi sebuah pelajaran penting bagi para panitia atau
peserta KKN untuk bisa menyelesaikan dan menyikapi semua masalah dengan cara
yang berbeda.”
“Segala bentuk pendidikan itu bisa berjalan, bila (bukan
kecuali) adanya dana” ujar pa iwan selaku kepala sekolah Madrasah Diniyah
Cikareo, keluhan keluhan seperti itu menjadi permasalahan umum yang terjadi
diseluruh instansi pendidikan nonformal tersebut. Padahal, kita mengingat bahwa
bapak bupati Tasikmalaya berlatar belakang dari pendidikan pesantren yang
seharusnya dapat mensejahterakan semua pelaku pendidikan tersebut. Akhirya
salah satu output dari acara ini
adalah terbangun semangat para pelaku pendidik ini untuk bersama-sama
memperjuagkan sesuatu yang mungkin bisa menjadi hak mereka.
Agi Ahmad Ginanjar selaku pemateri, memaparkan bahwa dalam
proses pendidikan apapun itu peran seiap pendidik yang paling mendasar ada
kehadiran hati dari setiap pendidik harus selalu dkuatkan karena ini merupakan
sebuah pengabdian yang bukan hanya mengejar nilai yang ada didunia, tapi untuk
nanti diakhirat juga.
Tokoh masyarakat dan kepala dusun jahiangpun mengapresiasi
acara ini, dan turut memberikan ucapan terimakasih kepada para peserta KKN 79
Desa Jahiang, “Semoga acara penyuluhan ini dapat diserap dan diterima oleh
semua pendidk dan dapat memberikan pengaruh yang baik terhadap pendidikan di
desa jahiang dan peserta didik di masa depan nanti” Ujar pa Rohman selaku
kepala dusun desa Jahiang, Kecamatan Salawu Kabupaten Tasikmalaya. (R.A.D)
No comments:
Post a Comment